Welcome Guest 

Show/Hide Header

Selamat Datang, Silahkan login dengan mengisi username dan password atau dengan menggunakan menu login Facebook, Twitter atau Email diatas









Pages: [1]
Author Topic: Polri Diminta Usut Tuntas Kelompok Penebar Kebencian Tanpa Pandang Bulu
Isabella-
Jenna
Newbie
Posts: 5
Post Polri Diminta Usut Tuntas Kelompok Penebar Kebencian Tanpa Pandang Bulu
on: September 7, 2017, 09:37

Belum juga rampung mengatasi pesoalan ujaran kebencian, muncul pengungkapan masalah Saracen. Yakni grup yang dikira jual layanan penyebar kebencian dengan berita hoax di sosial media. Polri yang membongkar jaringan Saracen harus dijalankan dengan terbuka serta selesai pengusutannya. Sekian di sampaikan Wakil Ketua DPR Fadli Zon di Komplek Gedung Parlemen, Rabu (30/8/2017).

Menurut Fadli, walau sejak dari awal Polri lakukan menonjolkank masalah Saracen ke umum menjadi industri penebar hoax serta kebencian di sosial media, namun sistem perlakuan akan jalan panjang. Masalah dapat dibuktikan tidaknya masalah itu, harus disibak lewat usaha giat Polri. Setidaknya, membongkar dalang serta pemakai layanan. “Inilah yang keduanya sama kita kawal serta simak, ” kata dia.

Umum juga harapkan perlakuan masalah Saracen tidak berbuntut antiklimak seperti pengungkapan masalah mafia beras. Sebab menonjolkank ke umum awalannya sangatlah bombastis. Tetapi perubahan kasusnya nama bayi perempuan malah tidak sebesar menonjolkank dimuka. Selanjutnya Fadli memiliki pendapat penegakan hukum tanpa ada pandang bulu harus dijalankan Polri. “Tidak bisa ada tebang tentukan di dalamya, ” pintanya.

Politisi Partai Gerindra itu memiliki pendapat tantangan Polri dalam menumpas pemeran penebar ujaran kebencian termasuk berat. Terutama, Polri harus sadari tempatnya menjadi alat negara, bukan hanya alat kekuasaan. Karena itu, Polri tidak bisa mengaplikasikan standard ganda dalam pengusutan masalah hoax, ujaran kebencian serta SARA di sosial media. Baca Juga : Sangsi Hukum Jika Menulis Kata-Kata Kasar buat Pemerintah di Medsos.

Perlakuan dengan selesai pada masalah Saracen tidak cuma pada pemakai yang berseberangan dengan pemerintah, namun juga pihak pendukung rezim penguasa diberlakukan sama. “Jadi, bila benar Saracen yaitu industri layanan yang membisniskan penebaran hoax, isu-isu SARA serta ujaran kebencian, jadi polisi mesti dapat membongkarnya dengan selesai serta transparan, ” tuturnya.

Wakil Ketua Komisi I DPR Meutya Hafidz miliki pandangan sama dengan Fadli. Menurut dia Polri harus mengusut selesai tanpa ada terkecuali. Setidaknya mulai orang yang menyuruh, mendanai, sampai pemeran yang menebarkan kebencian di medsos harus diolah dengan hukum.

Pages: [1]

Mingle Forum by cartpauj

Version: 1.0.33
;
Page loaded in: 0.015 seconds.